Sabtu, 15 November 2014

INOVASI TERBARU “PENERAPAN SISTIM KARTU KENDALI” RAIH PERINGKAT 1


Sabtu, 15 November 2014 -  Rahman Silehu Kasubag perencanaan pada Dinas tanaman pangan dan Holtikultura Kabupaten Sorong, raih peringkat satu (I) dengan nilai sangat memuaskan, dengan proyek/bidang pilihannya yakni sistim penerapan sistim kartu kendali pada pelaksanaan Diklat kepemimpinan tingkat IV angkatan ke-3 yang dilaksanakan  bagi pejabat struktural Esalon IV dan staf dilingkungan pemerintah daerah Kabupaten Sorong. Jumat (14/11).
Rahman menjelaskan bahwa proyek perubahan yang dilakukan adalah penerapan sistim kartu kendali yang lain dari biasanya. Yakni dalam sistim kendali laporan tersebut, saya membuat instrument untuk menyediakan ruang bagi sekretaris dinas dan kepala dinas untuk memberikan catatan atas kinerja penyampaian laopran yang di berikan oleh masing-masing unit kerja, jelas Rahman.
Dalam kartu kendali tersebut, pada dasarnya berdasarkan jenis laporan yang harus dimasukkan oleh masing-masing unit kerja di dinas yang menaunginya, diinventarisir, kemudian dengan merancang laporan yang sifatnya bulanan, triwulan, semester dan tahunan.Yang nantinya setiap bulan akan dilihat berapa jumlah laporan yang dimasukkan, dari jumlah laporan yang masuk dari tiap-tiap unit kerja tersebut akan dipresentasekan.
Contoh jika satu unit kerja dalam satu bulannya harus memasukkan  5 laporan, ternyata yang dimasukkan hanya ada 3 laporan, maka nantinya akan kita presentasekan 3 per 5 kali 100 berarti pencapaian laporan kinerja  dari unit tersebut hanya sekian persen, inilah yang saya teruskan kepada sekretaris dinas kepala dinas untuk dapat memberikan catatan atau instruksi lebih lanjut, agar bagaimana hal ini bisa diselesaikan, imbuhnya.
Diakuinya meskipun memang sistim yang saya buat ini belum menggunakan sistim online, untuk saat ini masih kita fokuskan masih sebatas internal saja, akan tetapi kedepan kita akan arahkan kesistim online, kata Rahman.
Memang saat ini pengaruh dari inovasi yang saya buat ini belum berpengaruh terhadap belanja daerah maupun honor dan lauk pauk PNS, tetapi kedepan kita harapkan sistim ini bisa dimasukkan dalam penerapan APBD, karena dalam Undang-Undang kepegawaian yang baru penilaian prestasi kerja pegawai itu kan didasarkan pada capaian kinerja, Jadi dalam hal laporan capaian kinerja sudah bisa kita ukur seberapa besar presentasi dari masing-masing unit kerja tersebut, pungkas Rahman.