Rabu, 12 November 2014

SEJARAH SINGKAT KEBERADAAN HARI KESEHATAN NASIONAL



Aimas - Dalam lembaran sejarah singkat yang dibacakan menjelaskan bahwa, sekitar tahun 1960 an, Malaria merupakan salah satu penyakit Rakyat  yang berkembang dengan subur, ratusan ribu jiwa meninggal akibat Malaria, berdasarkan penyelidikan dan pengalaman, sebenarnya penyakit Malaria di Indonesia dapat dilenyapkan, untuk itu cara kerja harus dibubah dan diperbaharui. -  Elisabeth Samaran, S,SI., M,Kes dari Poltekes Kemenkes Sorong yang di daulat untuk membacakan sejarah singkat terjadinya Hari Kesehatan Nasional ke-50 sebagai hari ulang tahun Emas yang jatuh pada hari ini 12 November 2014.
Maka pada bulan September tahun 1958 dibentuklah satu dinas pembasmi Malaria (DPM), kemudian pada tahun 1963 diubah menjadi Komando Operasi Pembasmian Malaria (Kopem), pembasmian penyakit Malaria  tersebut ditangani secara serius oleh pemerintah dengan dibantu USAID dan WHO, dengan harapan bahwa pada tahun 1970 penyakit Malaria bisa hilang dari bumi Indonesia.
Pada akhir tahun 1963 dalam rangka pembasmian penyakit Malaria dengan racun serangga DDT, kemudian dijalankan dengan melakukan penyemprotan rumah-rumah diseluruh pulau Jawa, Bali dan Lampung, sehingga kurang lebih 64,5 penduduk telah mendapat perlindungan dari kemungkinan serangan Malaria. Usaha tersebut juga dilanjutkan dengan usaha Surveilans yang berhasilkan menurunkan “Parasit Index” dengan cepat, yaitu dari 15% menjadi 2%.
Kemudian pada tanggal 12 November 1964, penyemprotan nyamuk Malaria secara simbolik dilakukan oleh Bung Karno selaku Presiden RI didesa Kalasan sekitar 10 KM disebelah Timur kota Jogyakarta, Meskipun peristiwa tersebut secara simbolik, tetapi kegiatan tersebut juga dibarengi dengan kegiatan pendidikan atau penuluhan kepada masyarakat.
Akhirnya peristiwa itu kemudian dikenal dengan Hari Kesehatan Nasional (HKN) yang setiap tahunnya diperingati hingga sampai sekarang ini, sejak saat itu HKN dijadikan sebagai momentum untuk melakukan pendidikan/penyuluhan kesehatan kepada masyarakat, demikian sejarah singkat yang dibacakan oleh Elisabeth Samaran.