Senin, 15 Desember 2014

KABUPATEN SORONG KAYA AKAN GAS BAHKAN SURPLUS

Malagapi menambahkan, termasuk dengan penerangan Listrik yang ada diseluruh Sorong Kota dan Kabupaten Sorong yang berasal dari PLN dengan menggunakan Solar Diesel, dengan adanya Migas di Kabupaten Sorong, maka cadangan Gas yang ada sangat luar biasa ( Surplus) bahkan sampai dibakar buang diwilayah Pertamina JOB Salawati, sehingga Pemkab Sorong membuat satu kebijakan untuk membuat PLN yaitu PT. ARAR ASIA POWER, PLTMG I dengan kekuatan 15 Mega Watt (MW). Kemudian PLTMG II WAYMON daya Powergan berkekuatan 16 MW, termasuk penerangan jalan berkekuatan 10 MW, terang Malagapi.

Pemkab Sorong juga ikut memberikan cadangan Gas untuk Listrik yang digunakan diwilayah Kota Sorong, jadi diharapkan kepada masyarakat Kota Sorong untuk dapat mengerti, apabila lampu Listrik padam harap dimaklumi, karena hal ini dikarenakan koneksi dari wilayah Kabupaten Sorong yang sedang mengganti semua tiang-tiang Listrik yang sudah lama dengan tiang yang baru, dan setelah itu nantinya lampu Listrik tidak akan padam lagi, jelas Malagapi.
Jika  perjuangan Bupati dan kepala dinas Pertambangan Kabupaten Sorong menambah mesin ketiga pembangkit tenaga Listrik, yang tadinya hanya memiliki 5 MM kemudian akan menjadi 8 MM, tetapi Pemkab Sorong sangat kecewa dengan SKK Migas dan perusahaan PetroChina bersama K3S yang beroperasi diwilayah ini, karena tambahan mesin yang diinginkan hingga saat ini belum terealisasi, tegas Malagapi.
Saat ini Pemkab Sorong membutuhkan tenaga Listrik yang cukup banyak karena saat ini juga Minapolitan sudah dibuka diwilayah Katapop Pantai yang tentunya memerlukan Listrik yang cukup banyak, termasuk Fakultas Kedokteran, juga termasuk dengan Politeknik yang sudah mulai dibuka, Semen curah, Aspal curah yang berada dikawasan industry kesemuanya ini juga sangat membutuhkan tenaga Listrik yang cukup banyak, maka jika permintaan Pemkab Sorong bisa dipenuhi oleh SKK Migas tentu kami juga bisa memenuhi  kebutuhan semua perusahaan yang ada didaerah ini, tutur Malagapi.
Termasuk juga dengan kebutuhan masyarakat di Kabupaten Sorong yang pada tahun 2012 lalu telah dibangun jaringan Gas (Jargas) kerumah-rumah warga dengan target awal 4.000 rumahtangga, tetapi pipa yang sudah terpasang baru 3.800, itupun baru jaringan pipanya saja lalu jaringan Gasnya hingga saat ini belum terealisasi, sampai kapan Gas tersebut dapat dialiri kerumah-rumah warga, inilah salah satu bentuk kekecewaan Pemkab Sorong kepada SKK Migas, kata Malagapi.

Oleh karena itu Pemkab Sorong sangat berharap adanya penjelasan dari pihak Pertamina, PetroChina maupun penjelasan dari SKK Migas, jika semua hal ini sudah bisa diselesaikan maka Gas yang ada didaerah ini bisa dibeli oleh Pemkab bagi kebutuhan masyarakat, dan penerangan Listrik hingga se-Sorong Raya dapat terpenuhi, bahkan rencananya penerangan jalan Trans Sorong – Manokwari pun bisa tercukupi melalui Gas tersebut jika diwujudkan pada tahun 2015 mendatang, sehingga kita di Papua Barat ini tidak lagi mengalami krisis Listrik, papar Malagapi. (Red)